Pembangkitan cahaya nonlinear dan ekstrem
Pembangkitan THz
Radiasi terahertz dipakai untuk dinamika gerak kolektif atau pencitraan sampel yang tidak tembus cahaya.
Pengantar produk
Untuk apa pembangkitan THz dipakai
Pembangkitan terahertz (THz) – radiasi elektromagnetik pada rentang frekuensi THz – dipakai secara luas untuk meneliti dinamika gerak kolektif pada zat padat dan zat cair atau untuk mencitrakan sampel yang secara optik tidak tembus cahaya. Penerapan yang terakhir ini semakin mendapat perhatian pada sektor keamanan dan pertahanan.
Rektifikasi optik
Laser femtosekon adalah perangkat ideal untuk menghasilkan pulsa 1–30 THz dengan lebar pita spektral dan durasi pulsa yang diinginkan pada tingkat energi yang cukup besar. Beberapa teknik pembangkitan THz berbasis laser tersedia; salah satu yang paling umum adalah rektifikasi optik. Proses optik nonlinear orde dua ini adalah kasus khusus pembangkitan beda frekuensi (DFG). Proses ini dapat diuraikan sebagai DFG intra-pulsa, di mana komponen spektral dengan frekuensi sudut berbeda dari pulsa laser dicampur dalam kristal nonlinear, sehingga membangkitkan komponen spektral baru pada rentang THz.
Antena, permukaan, dan plasma
Selain itu, pulsa THz dapat dibangkitkan oleh eksitasi laser pada antena fotokonduktif atau permukaan semikonduktor. Salah satu teknik yang paling menarik adalah pembangkitan THz berbasis plasma. Secara khusus, pemakaian plasma udara atau gas untuk pembangkitan THz menguntungkan karena, berbeda dengan kristal nonlinear dan bahan curah lain, gas tidak mengalami ambang kerusakan dan terus-menerus terbarui, sehingga dapat dipompa pada intensitas yang sangat tinggi.
Laser yang dipakai
Laser femtosekon CARBIDE dan PHAROS dipakai untuk pekerjaan ini. Keluaran laser dapat dikompresi hingga sub-10 fs, sehingga memungkinkan pembangkitan THz yang efisien.

